Pages

Kamis, 12 Mei 2016

Caturwulan I 2016 untuk XD Indonesia

Coach Nova, Liliana Natsir, Tontowi Ahmad, dan Coach Richard (bola.com)

Tim Ganda Campuran memulai tiga Superseries dengan baik diawal tahun. Tiga pasangan yang berbeda dengan tiga final Superseries yang berbeda. Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi Kampiun di All England Superseries Premier, Riky Widianto/Puspita Richi Dili menjadi Runner Up di India Superseries, dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi Juara di Malaysia Superseries Premier.

Semangat diawal tahun ini harus hadir hingga akhir tahun nanti. Dan berikut rekap hasil Mix Double (XD) Indonesia diempat bulan pertama tahun 2016. Mulai dari Yonex Estonian International 2016 dibulan Januari sampai Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships diakhir April.

Klasemen XD Caturwulan I

No
ID
Player Name
∑T
W
RU
SF
QF
WR
XD
I
II







1
54267
14727
Tontowi Ahmad / Lilyana Natsir
5
I
I
I
I
2
2
89916
4425
Praveen Jordan / Debby Susanto
7
II


I
8
3
54280
82061
Ronald Alexander / Melati Daeva Oktaviani
6



II
19
4
54175
66907
Riky Widianto / Puspita Richi Dili
4

I


23
5
12557
92215
Hafiz Faisal / Shella Devi Aulia
4



II
43
6
33261
88699
Irfan Fadhilah / Weni Anggraini
4



I
67
7
65925
73134
Rafiddias Akhdan Nugroho / Masita Mahmudin
2



I
249
8
88451
62428
Rinov Rivaldy / Vania Arianti Sukoco
2



I
303
9
9021
32062
David Yedija Pohan / Jenna Gozali
1
I



347
10
80964

Asuro Rizko / Riikka Sinkko (FIN)
1



I
367
11
75846
59465
Alfandy Rizki Kasturo / Phita Haningtyas Mentari
1

I


-
12
58047
96455
Fiesal Wiranto / Ribka Sugiarto
1



I
-
13
83626
63762
Emanuel Randhy Febrito / Virni Putri Jafar
1



I
-
14
87047
88097
Rehan Naufal Kusharjanto / Siti Fadia Silva Ramadhanti
1



I
-
Keterangan: ∑T= Jumlah Turnamen yang diikuti; W= Win; RU= Runner Up; SF= Semi Final; QF= Quarter Final; WR= World Rank (5/5)

Tabel ini menunjukan Ranking pemain Indonesia berdasarkan World Ranking BWF. Para pemain yang tertera ditabel adalah pemain yang minimal mencapai babak Quarter Final. WR memiliki poin yang berbeda. Tergantung tingkatan turnamen yang diikuti dan pencapaian pemain diturnamen tersebut. Turnamen Future Series (FS) menjadi kelas turnamen dengan poin terkecil dan Superseries Premier (SSP) menjadi turnamen dengan poin terbesar (diluar Poin Junior Events).

Berdasarkan Ranking BWF pertanggal 3 Mei, peringkat terbaik Ganda Campuran Indonesia masih berada pada pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. Pasangan ini berhasil Kembali pada jalur juaranya. Pada kelima keikutsertaannya dilima ajang BWF, hanya satukali tersenggol dibabak awal di Malaysia GPG. Sisanya berhasil dua kali masuk final dengan status Juara dan Runner Up. Dua lainnya gugur di fase Semifinal dan Perempat Final. #ComebackStronger

Hasil Perjalanan Owi/Butet Selama Caturwulan I – BWF Rank. 2 (5/5)

Victor Far East Malaysia Masters
R1
Yonex All England Open
QF
Celcom Axiata Malaysia Open
Juara
OUE Singapore Open
SF
Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships
RU

Pasangan yang kurang baik, dari semua Tim Ganda Campuran  Indonesia, masih harus terpatri pada pasangan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (Dua Caturwulan sebelumnya Edi/Gloria menjadi pasangan yang kurang mengalami progres baik). EdGlor menjadi pasangan yang cukup banyak mengikuti turnamen, yakni 6 turnamen selama periode Caturwulan I 2016, dan belum pernah menginjak partai minimal Perempat Final. Babak terbaiknya adalah Round 2 di All England SSP, Swiss GPG, Singapore SS, dan Asia Championships. Sedangkan di Thailand GPG dan China GPG harus gugur di putaran satu (R1).


Tim Ganda Putri sendiri merupakan sektor yang selama empat bulan ini paling sedikit mengikuti turnamen, 15 Turnamen. Melihat tabel pembagian kemenangan, hanya terdapat dua gelar Juara di Thailand dan Singapura. Di Thailand berstatus ajang Junior International Series, dan di Singapura ber-tittle Superseries.

Dari semua Kelas turnamen yang diikuti, Tim Ganda Campuran,baik Tim Pelatnas ataupun Tim Profesional (Klub), berhasil meraih tiga gelar Juara di India GPG, USA IS, All England SSP, dan Malaysia SSP. Dan yang istimewa dari peraihan gelar tersebut adalah kemenangan di Malaysia GPG dan All England SSP lewat Pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto yang menjadi medali Grand Prix Gold dan Superseries Premier pertamanya sejak dipasangkan.


Keseluruhan Tim Ganda Campuran tercatat mengikuti 18 turnamen yang terbagi atas 1 ajang Continental Championships, 2 ajang Superseries Premier, 2 ajang Superseries, 6 ajang Grand Prix Gold, 3 ajang International Challenge, 3 ajang International Series, dan 1 Junior Events.


Turnamen dan Jumlah Pemain Indonesia yang Ikut Serta dalam Caturwulan I

XD


Turnamen
Jumlah Pemain
Hasil
Estonian IS
1
1 QF
Malaysia GPG
8
2 QF


2 R2


2 R1


1 Qual R2


1 Qual R1
China IC
2
2 R1
Thailand Jr (JIS)
10
1 RU


3 QF


4 R2


2 R1
India GPG
3
1 Win


1 QF


1 R1
USA IS
1
1 Win
Thailand GPG
9
1 QF


2 R2


4 R1


1 Qual R1


1 Qual R2
All England SSP
4
1 Win


1 QF


1 R2


1 R1
Swiss GPG
2
1 R2


1 R1
Romanian IS
2
1 QF


1 R1
New Zealand GPG
2
1 QF


1 R2
Polish IC
3
2 R2


1 R1
India SS
1
1 RU
Orleans IC
2
1 QF


1 Qual R1
Malaysia SSP
9
1 Win


2 R2


3 R1


3 Qual R1
Singapore SS
7
1 SF


1 QF


1 R2


2 R1


2 Qual R1
China GPG
4
1 R2


3 R1
Asia CC
4
1 RU


3 R2


Seperti biasa, kemenangan di All England adalah kemenangan yang luar biasa. Awal kejutan tertunya saat kedatangan Tim All England di Bandara Soekarno-Hatta. Semua wartawan seperti hadir, dan tentunya para Pecinta Bulutangkis. Bahkan ada Stasiun TV yang sempat live dari sana. Makan-makan istemewa, bonus berkucuran, ucapan dari sana sini sudah pasti.

Paling tidak akan dilupa oleh pasangan ini, mungkin terpajangnya mereka di halaman utama Surat Kabar terbesar dinegeri ini selama tiga hari berturut-turut, dengan diantaranya terpampang nyata satu halaman penuh di edisi Selasa, 15 Maret 2016. Bukan hanya satu lembar penuh, tapi tiga lembar penuh.

Lembaran Pertama Harian Kompas 15 Maret 2016
Semangat terus untuk Tim Ganda Campuran Indonesia! Tetaplah menjadi kebanggan kami, karena lewat kalianlah Indonesia tidak dianggap Dunia Ketiga dalam hal Olahraga. Yang muda, yang Junior, atau apaun namanya itu, ada yang mau punya pengalaman yang sama?


“Indonesia harus bisa kembali dikenal sebagai gudangnya pemain bulutangkis profesional dunia” – Alan Budikusuma via metrotvnews.com



Hasil tersebut hanya berdasarkan jadwal yang tertera di http://bwfbadminton.com
*Via bwfbadminton.org (5/5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar