Pages

Senin, 09 Mei 2016

Caturwulan I 2016 untuk WS Indonesia

Linda Wenifanetri, Coach Sarwendah, dan Coach Marlev (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki - antaranews.com)

Caturwulan I  kurang memberi sinyal positif diawal tahun. Selama empat bulan, tidak ada satupun gelar yang didapat dari semua kelas yang diikuti Tim Tunggal Putri Indonesia. Pada tiga Caturwulan sebelumnya ada gelar minimal satu disetiap Caturwulannya. Tetep semangat kawan!

Berikut rapor Caturwulan pertama ditahun 2016, dengan hasil rekap sejak bulan Januari hingga April, dari Victor Far East Malaysia Masters sampai yang terakhir Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships.

Klasemen WS Caturwulan I

No
ID
Player Name
∑T
W
RU
SF
QF
WR*
WS 








1
96130
Lindaweni Fanetri
9



I
22
2
66974
Maria Febe Kusumastuti
8



I
24
3
96892
Fitriani
5

I


53
4
97207
Hana Ramadhini
5


I
I
63
5
61665
Dinar Dyah Ayustine
2



I
88
6
15828
Aprillia Yuswandari
1



I
140
7
55717
Sri Fatmawati
2


I

227
8
88318
Ghaida Nurul Ghaniyu
2



I
409
9
74788
Asty Dwi Widyaningrum
1



I
439
10
94262
Putri Ayu Desiderianti
1



I
-
Keterangan: ∑T= Jumlah Turnamen yang diikuti; W= Win; RU= Runner Up; SF= Semi Final; QF= Quarter Final; WR= World Rank (5/5)










Para pemain yang tertera ditabel adalah pemain yang minimal mencapai babak Perempat Final atau Quarter Final. Susunan ditabel menunjukan Ranking Tunggal Putri Indonesia berdasarkan World Ranking BWF. Hasil WR ini memiliki perbedaan poin berdasarkan tingkatan turnamen yang diikuti. Turnamen International Series (IS) merupakan poin terkecil dan Superseries Premier (SSP) merupakan turnamen dengan poin terbesar (diluar Poin Junior Events).

Ranking Tunggal Terbaik Caturwulan awal tahun ini akhirnya digantikan Linda Wenifanetri. Setelah tiga Caturwulan ditahun sebelumnya Maria Febe menempati Ranking terbaik, akhirnya kompetisi Tunggal Putri terbaik mulai kompetitif. Walaupun keduanya belum terlihat nyata secara kemenangan yang diberikan, dan sama-sama baru mencapai satu kali Perempat Final disemua events yang diikuti di 2016, paling tidak mereka sama-sama bahu membahu untuk berusaha mengembalikan kepercayaan publik kembali. Agak sulit memang. Doakan ya Kalian! 🙏

Selama empat bulan, Linda mengikuti sembilan turnamen di ajang BWF. 1 kali mencapai Perempat Final, 3 kali mencapai Putaran Dua (R2), dan 5 kali gugur di fase awal (R1).

Hasil Perjalanan Linda Selama Caturwulan I – BWF Rank. 22 (5/5)

Victor Far East Malaysia Masters
QF
Syed Modi International Badminton Championships 2016
R1
Yonex German Open
R2
Yonex All England Open
R2
Skycity New Zealand Open
R2
Yonex Sunrise India Open
R1
Celcom Axiata Malaysia Open
R1
OUE Singapore Open
R1
Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships 2016
R1

Pemain yang belum pernah mencapai babak minimal Perempat Final di tiga turnamen yang diikuti periode Januari - April adalah Gregoria Mariska, Jauza Fadhila Sugiarto, Ruselli Hartawan, dan Susanto Yulia Yosephin. Round 2 menjadi perjalanan terbaik Gregoria dan Ruselli. Round 1 menjadi perjalanan terbaik Jauza dan Yulia. Mudah-mudahan semakin banyak kesempatan yang diberikan, semakin baik posisi yang didaki. #LetsFight


Jika melihat tabel pembagian kemenangan disetiap turnamen Tim Tunggal Putri, selama 16 ajang BWF yang diikuti, hanya satu kali bergelar Runner Up lewar Fitriani di Orleans International 2016, Perancis. Fitriani memang menjadi pemain yang paling banyak disorot diawal tahun ini. Selain itu, Fitri juga menjadi satu-satunya pemain yang menyumbang poin saat pertarungan dengan Korea Selatan di Kualifikasi Thomas Uber di Hyderabad, India.


Dari catatan 16 ajang tersebut terbagi atas 1 ajang Continental Championships, 2 ajang Superseries Premier, 2 ajang Superseries, 5 ajang Grand Prix Gold, 4 ajang International Challenge, 1 ajang International Series, dan 1  Junior Events.


Turnamen dan Jumlah Pemain Indonesia yang Ikut Serta dalam Caturwulan I

WS


Turnamen
Jumlah Pemain
Hasil
Malaysia GPG
8
1 QF


2 R2


1 R1


2 Qual R2


2 Qual R1
Thailand Jr (JIS)
4
1 SF


2 QF


1 R2
Swedish IC
1
1 R1
India GPG
4
1 QF


1 R2


2 R1
Thailand GPG
6
1 QF


1 R2


2 R1


2 Qual R1
German GPG
2
1 R2


1 R1
All England SSP
2
2 R2
Romanian IS
1
1 QF
New Zealand GPG
1
1 R2
Polish IC
6
1 QF


1 R2


3 R1


1 Qual R2
India SS
2
2 R1
Orleans IC
10
1 RU


1 SF


2 R2


2 R1


2 Qual R2


2 Qual R1
Malaysia SSP
5
3 R1


2 Qual R1
Finnish IC
1
1 QF
Singapore SS
6
4 R1


1 Qual R2


1 Qual R1
Asia CC
4
4 R1


Memang sulit untuk menemukan Tungga Putri yang siap bersaing dengan Tunggal Putri elit dunia. Untuk menemukan bibit unggul pada sektor ini pun terlihat cukup kerja keras. Terlihat di setiap ajang Sirkuit Nasional, sektor Tunggal Putri terlihat tidak begitu semenggeliat sektor lain, yang sepertinya mereka siap untuk menggantikan para seniornya.

Mudah-mudahan tulisan Putra Tegar di http://www.cnnindonesia.com tentang Susy Susanti dan Komet Halley hanya sebuah tulisan (jangan ampe kenyataan, please). Susunan Pelatih pelatnas Tunggal Putri diawal tahun sudah bertukar formasi, dan seorang Ratchanok Intanon pun pernah memberikan keyakinan dan dukungan untuk kebangkitan Tunggal Putri Indonesia. (:


“Saya tak tahu berapa lama lagi Indonesia bisa kembali memiliki pemain level dunia, namun tentunya yang perlu kita lakukan adalah terus bekerja keras dan mendukung para pebulutangkis Indonesia” Ucap Susy Susanti di cnnindonesia.com – Semoga Susy Susanti Bukan Komet Halley.



Hasil tersebut hanya berdasarkan jadwal yang tertera di http://bwfbadminton.com
*Via bwfbadminton.org (5/5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar