Pages

Minggu, 06 Desember 2015

Recap Medali Bulutangkis di November 2015

Tabulated below are the Superseries performances based on country (wikipedia.org)
Tabulated below are the Grand Prix performances based on country (wikipedia.org)

Udah akhir tahun aja. Ga kerasa udah rekap dari awal tahun. Semua kelas “mungkin” sudah memberikan yang terbaik. Pasti ada ending bahagia atau pembelajaran untuk mencoba menjadi lebih berusaha. Beberapa pemain udah dipecah saling bertukar pasangan. Gimana komentar kalian dipertandingan terakhir para pemain yang telah bercerai?. Kami tahu, semua atlet pasti punya kemauan untuk menang, tapi kami juga tahu mana pemain yang siap bertanding atau hanya sekedar bertanding.

Ingat akhir Musim Moto GP 2015? Diluar kontrofersi antar pendukung, kalian menjadi bukti sejarah visi bermain Vale46 (Rossi) yang luar biasa. Patut ditiru untuk temen-temen atlet untuk terus menjaga spirit dalam kondisi ketidakmungkinan sebesar apapun. Walaupun kemenangan sangat sulit untuk didapatkan, tapi tetap mencoba meraih dengan fight hard.

*di Moto GP butuh beberapa Rider Spanyol untuk mengalahkan ValeYellow, kalo di Bulutangkis cuma butuh satu Spanyol (Carolina Marin) untuk meruntuhkan tembok Penguasa Tunggal Putri.

Bulan November ternyata banyak event, banyak jadwal yang terlewat dicatatan bulan kemarin. Hanya saja, disayangkan harus sepi dari gelar. Sampai Pak Gita Wiryawan selaku Ketua PBSI melalui sosial medianya harus turun langsung menjawab keluh kesah para pecinta bulutangkis tentang penurunan prestasi pemain. *banyak mention masuk ya Pak?. Pak Gita juga pernah ber-statement jika Ia siap mundur dan dipecat sebagai bentuk pertanggung jawabannya jika Bulutangkis gagal di Olimpiade Rio 2015. (Baca disini: Gita Wirjawan Siap Mundur, Apabila Bulutangkis Gagal di Olimpade 2016).

Oia ngomong-ngomong mention, buat pecinta bulutangkis dimanapun kalian mengeluarkan unek-unek kekesalan, please dimohonkan dengan sangat NO TAG NO MENTION ke atlet langsung. Terutama saat mereka masih bertanding. Soalnya kemarin, sepertinya banyak kekesalan saat partai final WJC 2015. Kenapa ga ini, kenapa ga begitu? Sadar ga sadar kalian menggangu fokus para pemain, karena masih ada pertandingan lanjutan perseorangan. So Please, NO BULLYING WITH TAG.

Ready for 2016? Apa yang kalian tunggu? Acara bongkar pasang pelatnas, Thomas-Uber Cups, Olimpic Rio, atau Film Biopik Legenda Hidup Bulutangkis Rudi Hartono (Heroes)?

And now Let’s go to recap Indonesian medal in this November.  


Kalender dibulan November


The 7th ASEAN Schools Games 2015

Winner
Runner Up
5
3

Perhelatan ASEAN Schools Games merupakan kejuaraan antar negara ASEAN untuk para pelajar dibawah usia 18 tahun. Tahun Ini ASG hadir sejak tanggal 21-29 November 2015 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Ajang yang diadakan setiap satu tahun sekali ini mempertandingkan tujuh cabang olahraga dan salahsatunya adalah Bulutangkis.

Pada cabang bulutangkis, Tim Indonesia menjadi juara umum dengan meraih 5 Emas, 3 Perak, dan 3 Perunggu dari total 7 Emas, 7 Perak, dan 14 Perunggu. Selamat dan Terimakasih Tim Putra dan Putri yang telah mempersembahkan medali.

Pertandingan Beregu
Putra
Indonesia
vs
Malaysia
3-1
Putri
Indonesia
vs
Thailand
3-0






Pertandingan Perseorangan
MS
Rahmadhani Muhammad Zulkifli
vs
Leong Jun Hao (MAS)
21-15 21-23 18-15 retired
WS
Gabriella Meilani Moningka
vs
Goh Jin Wei (MAS)
11-21 8-21
MD
M Fachrikar/M Reza Pahlevi Isfahani
vs
Ooi Zi Heng/Soh Wooi Yik (MAS)
18-21 12-21
WD
Meirisa Cindy Sahputri/Nisak Puji Lestari
vs
Anna Cheong Ching Yik/Goh Jin Wei (MAS)
14-21 21-6 21-12
XD
Bagas Maulana/Meirisa Cindy Sahputri
vs
Fachriza Abimanyu/Syifa Fauziah
23-21 18-21 21-13


Tim Bulutangkis, Tim KBRI, dan Tim ASG 2015

BWF Major Event (World Junior Championships)

Winner
Runner Up
-
1

BWF World Junior Championships 2015 menjadi ajang bergengsi bagi para junior Bulutangkis. Kejuaraan ini terbagi atas dua events, yakni kejuaraan perseorangan dan kejuaraan beregu yang disebut dengan Suhandinata Cup. Setelah Sudirman Cup dengan sejarah dan Piala yang meng-Indonesia dengan replika candi Borobudur, kali ini Suhandinata Cup yang juga berasal dari nama tokoh Indonesia menjadi supremasi tertinggi di Dunia Bulutangkis. Seperti halnya Piala Sudirman, Piala Suhandinata juga hadir dengan cita rasa Indonesia. Piala Suhandinata hadir dengan Patung Garuda Wisnu Kencana yang kita tahu sangat lekat dengan Bali.

Pada Ajang ini Tim Indonesia lagi-lagi untuk kesekian kalinya harus puas diposisi Runner Up dengan medali perak. Pada babak Final Indonesia harus kalah dari Tim Superior Tiongkok dengan kekalahan 0-3. Untuk pertandingan perseorangan, perjalanan terjauh diraih oleh pasangan Ganda Campuran Fachriza Abimanyu/Apriani Rahayu yang mencapai babak Semifinal (meraih medali Perunggu) dan harus mengakui keunggulan He Jiting/Du Yue (CHN) dengan skor 21-13 21-10.


Tim WJC 2015

BWF World Superseries (SSP dan SS)

Winner
Runner Up
-
-

Bulan ini pun belum bisa menggeser klasemen total perolehan medali Superseries tahun 2015. Harapan terakhir ada dipertandingan Superseries Final yang berlangsung di Dubai. Akankah ada penambahan medali ataukah bertahan dengan tiga medali yang telah disematkan untuk Indonesia. Doakan mereka terus memberikan pertandingan terbaik. Aamiin.

Superseries bulan ini berlangsung di China dan Hong Kong. Pada gelaran Thaihot China Open, Tim Indonesia harus berguguran dibabak awal. Praveen Jordan/Debby Susanto yang menjadi wakil terjauh hingga babak Perempat Final. Pada perebutan tiket Semifinal, mereka lagi-lagi terganjal pasangan Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei 21-19 13-21 16-21. Ajang ini juga menjadi pertandingan perpisahan untuk Riky Widianto/Puspita Ricky Dili. Hanya saja tidak ada kejutan berarti dipertandingan terakhirnya. Selamat berjuang dengan pasangan kalian yang baru Guys.

Superseries selanjutnya berlabuh di Yonex Sunrise Hong Kong Superseries. Ajang ini hanya memberikan kesempatan hingga babak Semifinal untuk perjalanan terjauh Tim Indonesia. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan harus kalah dari Pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii harus kalah dari Tang Yuanting/Yu Yang (CHN), dan Ginting Anthony harus mengakui Tian Houwei dari Tiongkok.

Walupun rada muram bulan ini, ada hal positif disini. Akhirnya Ginting Anthony bisa tembus babak Semifinal di ajang Superseries untuk pertamakalinya. Ginting sebenarnya bisa maju hingga babak Final. Hanya saja, sepertinya fisik prima lebih berpihak kepada lawan Tian Houwei (CHN). Ginting sudah bertanding dari babak kualifikasi, sedangkan lawan baru bermain dibabak pertama (R1). But welldone. Ini akan menjadi awal yang positif mudah-mudahan. Karena diajang ini Ginting revans dari Kento Momota (JPN) yang kala itu, Momota mengakui ia hanya menang dari segi pengalaman. Dan di Hong Kong terbukti bahwa ia bisa mengalahkannya. We’ll wait your win.


Grand Prix Gold (GPG)

Winner
Runner Up
-
1

Grand Prix Gold pertama bulan ini adalah Jeonju Victor Korea Masters. Ajang ini menjadi debut comeback-nya Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri. Tidak ada hal begitu positif dari Tim Indonesia diajang ini, selain Della/Rosyita yang bisa tembus babak Perempat Final diajang pertamanya setelah Rosyita perawatan cedera cukup panjang. Hanya babak Perempat Final yang menjadi langkah terbaik Tim Indonesia yang diwakili Christie Jonatan (MS), Della/Rosyita (WS), dan Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani Ni Ketut (WD).
Next Tournament adalah Macau Open. Perhelatan yang bergelar Grand Prix Gold ini meyisakan Berry Angriawan/Ryan Agung Saputra dibabak Final. Gelar Runner Up adalah hasil terbaik mereka untuk Tim Indonesia. Berry/Ryan terus berada ditrek positif untuk bersaing dengan pasangan Ganda Putra lainnya. Tetap semangan kalian, karena untuk menciptakan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (KOR) yang tahun ini begitu digdaya merebut tujuh gelar juara, LYD harus berganti-ganti pasangan hingga menemukan racikan terbaik.

Berry Angriawan/Ryan Agung Saputra dan Shin Baek Cheol/Ko Sung Hyun (Ka/Ki)

International Challenge (IC) dan International Series (IS)

Winner
Runner Up
2
2
Dua perhelatan International Challenge dan dua perhelatan International Series diikuti Tim Indonesia. Hasil dari Bahrain International Challenge 2015 babak tertinggi diwakili Gabriela Meilani Moningka (WS) di babak Semifinal. Moningka harus takluk dari Tunggal Putri India lewat tiga game 21-19 13-21 13-21. Pada Maybank Malaysia International Challenge Badminton Championships 2015, Indonesia berhasil merebut satu emas melalui pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri, dan dua perak melalui Tunggal Putri Dinar Dyah Ayustine, serta pasangan Ganda Campuran Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia.

WS
Dinar Dyah Ayustine
vs
Xiaoyu Liang (SIN)
11-21 13-21
WD
Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri
vs
Chaladchalam Chayanit/Phataimas Muenwong (THA)
21-18 21-12
XD
Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia
vs
Bodin Issara/Savitree Amitrapai
13-21 6-21
Norwegia menjadi ajang International Series pertama yang diikuti Tim Indonesia. Asuro Rizko yang berpasangan Florent Riancho (FRA) harus gugur dibabak Semifinal Norwegian International 2015. Asuro/Florent (MD) kalah dari pasangan Denmark Soren Gravholt/Nikolaj Overgaar 21-16 12-21 21-14. Asuro sendiri menjadi wakil tunggal Indonesia dan bermain mix antar negara di sektor Ganda Putra dan Campuran. Diganda Campuran Asuro bermain dengan Anna Paavola yang berasal dari Finlandia, sayang harus kalah dibabak awal.
International Series selanjutnya mendarat di Finnish International 2015. Febby Angguni berhasil meraih gelar juara pada ajang ini dan melengkapi gelar bulan November yang sedang haus gelar kemenangan. Ini menjadi gelar pertama Febby ditahun 2015 untuk ajang BWF series.


Tim Malaysia IC, Rosyita Eka Putri/Della Destiara Haris, dan Chaladchalam Chayanit/Phataimas Muenwong (Ka/Ki)
Xiaoyu Liang, Dinar Dyah Ayustine, dan Tim Malaysia IC
Savitree Amitrapai/Bodin Issara, Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia, dan Tim Malaysia IC
Febby Angguni dan Sofie Holmboe Dahl (Ka/Ki)

Junior Tournament

Winner
Runner Up
5
7

Tim Junior Indonesia bulan ini singgah di Singapura dan Korea Selatan. Pada ajang OUE Singapore Youth International Series, Indonesia berhasil membawa dua gelar Juara dan tiga Runner Up. Ajang ini, mempertandingkan kelas U13, U15, U17, dan U19.

BD U13
Gerardo Rizqullah Hafidz/Rifky Cahaya Irhanza
vs
Hu Yu Chi/Liu Kuang Heng (TPE)
12-21 7-21
BD U15
Dwiki Rafian Restu/Bernadus Bagas Kusuma Wardana
vs
Setthanan Piyawatcharavijit/Kunlavut Vitidsarn (THA)
23-21 15-21 21-17
BD U17
Emanuel Randhy Febryto/Alfandy Rizki Kasturo
vs
Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama (JPN)
15-21 22-20 21-17
GD U17
Lisa Ayu Kusumastuti/Vanadia Pranasa
vs
Yue Yann Jaslyn Hooi/Ming Hui Lim (SIN)
16-21 14-21
GS U19
Fitria Ayu Nawangwulan
vs
Lin Hsiang Ti (TPE)
21-18 12-21 20-22

Kelas Junior selanjutnya Yonex Korea Junior Open Badminton Championships 2015. Kejuaraan ini sama seperti di Singapura, mempertandingkan kelas U13 hingga U19. Berikut merupakan gelar Juara yang diraih Tim Junior Indonesia dengan mempersembahkan tiga gelar Juara dan empat Runner Up.

BS U13
Muh Asqar Harianto
vs
Jin Yong (KOR)
12-21 17-21
GS U13
Irgi Aprillia Hizkia Putri
vs
Yang Young Eun (KOR)
21-16 21-17
BS U15
Muhammad Aldo Apriyandi
vs
Choi Ji Hoon (KOR)
21-16 8-21 21-16
GS U15
Nita Violina Marwah
vs
An Se Young (KOR)
13-21 13-21
BS U17
Handoko Yusuf Wijayanto
vs
Woo Seung Hoon (KOR)
17-21 11-21
XD U17
Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti
vs
Renalda Samosir/Hediana Marbela
22-20 21-9


Setthanan Piyawatcharavijit/Kunlavut Vitidsarn, Dwiki Rafian/Bernadus Basag, dan Tim Singapore Junior (Ka/Ki)
Emanuel Randhy, Coach, dan Alfandy Rizki (Ka/Ki)
Gerardo Rizqullah/Rifky Cahaya dan Hu Yu Chi/Liu Kuang Heng (Ka/Ki)
Lisa Ayu Kusumastuti/Vanadia Pranasa
Lin Hsiang Ti dan Fitria Ayu Nawangwulan (Ka/Ki)
Tim Juara Korea Junior 2015

 إبقاء العاطفة، اندونيسيا  ('iibqa' aleatifat, 'iindunisia !!!)


Upcoming events
01-06 Desember
Yonex Sunrise Indonesian Masters 2015
03-09 Desember
The 8th ASEAN Para Games 2015
07-12 Desember
2015 K&D Graphics / Yonex Grand Prix
08-11 Desember
XV Italian International
08-12 Desember
Pertamina Kejurnas Perorangan Taruna & Dewasa 2015
09-13 Desember
Dubai World Superseries Finals 2015
09-13 Desember
Tata  India International Challenge 2015



 Sumber: bwfbadminton.org, badmintonindonesia.org, wikipedia.org
Sumber foto: pbdjarum.org, kemenpora.go.id, youtube.com, badmintonindonesia.org, @INABadminton, Tony Tan (FB), @BadmintonNow, febby_angguni (IG), gerardohafidz12 (IG), fitriaayv (IG), emanuelrandhy (IG), exist-club.com , elfihandayani.kompasiana.com, handokokoy (IG), fadiasilva16 (IG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar