Pages

Sabtu, 14 Maret 2015

Mencari Jalan Menuju Prestasi Gemilang

Mencari jalan menuju prestasi gemilang, itulah salah satu judul artikel di Harian Bola Rabu, 4 Maret 2015 | No. II | 226. Artikel tersebut membahas salah satu rangkaian Hari Ulang Tahun Bola, yakni Diskusi Bulutangkis Nasional. Diskusi tersebut bertema “Kebangkitan Klub Bulutangkis di Indonesia: Jalan Strategis Menuju Olimpiade Rio 2016”. Banyak kritik dan saran yang diberikan oleh tokoh bulutangkis, motivator, dan para pengamat olahraga kepada klub, PBSI, dan pemerintah tentunya.

Tak hanya Harian Bola yang membahas perjalanan olahraga prestasi satu ini, salahsatu stasiun televisi nasional juga ikut membuka forum diskusi yang sama, hanya saja dengan judul yang sedikit menukik “Bulutangkis, Kita Pernah Jaya”. Yang belum sempet nonton manga mampir kesini Forum Indonesia

Gimana komentarnya teman-teman yang udah nonton? Komen saya cuma satu, gak ada yang bahas keresahan kita yang sibuk nyari link streaming ni? Harusnya dibahas juga peran media buat dukung bulutangkis dengan menayangkan pertandingannya. *Cuma saran* apa perlu kita udunan ya?

Bahas TV sebenernya udah pernah dibahas (http://meydasri.blogspot.com/2015/02/tv-nasional-dan-bulutangkis.html), terakhir info dari Pak Gita lewat Twitternya sih gini.

Keputusan balik lagi ke stasiun tv masing-masing
Karena tayangan di TV bisa diulang, jadi silahkan disimpulkan hasil dari diskusinya. Untuk hasil diskusi di #HUTBola (3/3), Admin @ZonaBulutangkis sudah posting untuk yang gak sempet hadir disana. Lets to recap guys! *izin share ya min V

Acara yang digelar di Gedung Kompas Palmerah ini dihadiri  banyak legenda bulutangkis. Ada Hariyanto Arbi, Imelda Wiguna, Chandra Wijaya, Luluk Hadiyanto, Yuni Kartika, Retno Kustijah, dll, serta hadir pula beberapa perwakilan dari Kemenpora. Yang jadi pembicara didiskusi sendiri ada Justian Suhandinata, Rudi Hartono, Rexy Mainaky, Andrie Wongso (Motivator), Yoppy Rosimin, dan Fritzs Simandjuntak.

Hasil ringkasan statement (Kritik/saran) @ZonaBulutangkis:

Justian Suhandinata
Justian Suhandinata lebih memfokuskan pembahasan mengenai Transparansi Seleksi Masuk Pelatnas. Menurutnya ajang yang sesuai untuk seleksi pemain adalah Sirkuit Nasional (Sirnas).

“Ada pemain yang ranking nasionalnya lebih tinggi tapi tidak masuk, sedangkan yang rankingnya lebih rendah justru masuk”

“Setelah protes dari klub, akhirnya mereka yang memiliki ranking lebih tinggi masuk mengikuti seleksi Pelatnas”.

Suhandinata menyatakan bahwa diperlukannya Revolusi Mental dan Budaya Malu pada setiap orang yang berkepentingan di olahraga Bulutangkis ini.

Masih menurut Suhandinata, pelatih seharusnya punya rasa malu karena telah memasukan atlet yang tidak terpilih ke Pelatnas. Pemain pun harus punya malu karena saat ini fasilitas sudah lengkap dan prize money juga besar, namun masih kurang disiplin dan tidak berprestasi.

Klub-klub bulutangkis yang ada harus mengubah orientasi mereka, yakni orientasi untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Selama ini klub-klub bulutangkis yang ada terlalu memikirkan bagaimana klub tersebut dapat mengirimkan banyak atlet mereka ke Pelatnas.

“Dalam menghasilkan pemain yang hebat diperlukan waktu yang tidak cepat”

Program Promosi-Degradasi Pelatnas yang dilakukan satu tahun sekali juga dikritik Suhandinata. Karena memang proses mendapatkan atlet yang bagus tidak cepat. Selama ini menurut Suhandinata, hanya atletlah yang disalahkan ketika mereka didegradasi dari Platnas. Peran Pelatih dipertanyakan dan Bidang Pembinaannya dipertanyakan.

*Mimin Zobu katanya kagum sama beliau, Selain jago dilapangan, keliatan kalau beliau sangat cerdas.
Rudi Hartono
Menurut 8-time All England Champion, pemain berbakat tidak cukup. Pemain harus punya karakter juara. Butuh waktu sepuluh tahun untuk menghasilkan juara-juara Olimpiade dan juara-juara event besar lainnya. Sang maestro juga mengkritik Program Promosi-Degradasi Pelatnas. Menurutnya, klub harus bangun lagi semangat mereka yang kecewa terdegradasi.

Rudi Hartono pun tak lepas untuk memberikan saran kepada Kemenpora. Pemerintah seharusnya turun tangan bantu memasarkan bulutangkis ke seluruh Indonesia. Bulutangkis sebagai olahraga populer di Indonesia harus mulai diperkenalkan dan dimainkan di sekolah-sekolah, dan ini penting untuk pencarian bakat.

*@ZonaBulutangkis: Bp Rudi Hartono soooo humble, dan badannya masih sterek di usianya yang sudah ke-65 :D

Fritzs E Simandjuntak
Ini masukan dari Fritzs E. Simandjuntak. Beliau membahas mengenai jenjang pembinaan Bulutangkis serta perbandingan pengembangan bulutangkis. Beberapa saran Bapak Fritzs kepada klub bulutangkis dan PBSI: 

1.PBSI harus fokus pada “Training to Win” (Menang dikejuaraan-kejuaraan besar).
2.Klub dan atlet non Platnas fokus pada pertandingan Internasional di luar kategori yang Training to Win tadi.
3.PBSI lebih fokus pada perbanyak pertandingan.
4.PBSI dan klub membina jenjang pelatih mulai dari Participation, Development, Performance, dan Elite Coaching.
5.Sport Science is a MUST at all level.
6.Jadikan pertandingan sebagai unit usaha di PBSI.
7.Melalui pertandingan dapat dilakukan transformasi atlet dari sebagai “pemain bulutangkis” jadi “atlet idola”.

Jenjang Pembinaan Bulutangkis Indonesia yang Seharusnya Menurut Fritzs E Simandjuntak
Perbandingan Pengembangan Bulutangkis Dibeberapa Negara Menurut Fritzs E Simandjuntak

Didiskusi kemarin, kasus pemalsuan umur masih jadi topik hangat dikalangan para tamu yang hadir. Pemalsuan umur atlet ternyata juga bisa melibatkan orangtua sang anak. Mereka para orang tua ingin anaknya cepat juara.

“Saya bisa menerima semua masukan yang diberikan para pembicara disini. Semoga semua masukan ini bisa menjadi bahan pelajaran buat kami agar bulutangkis kita semakin baik” kata Rexy Mainaky, Kabid Binpres PP PBSI

Terakhir komen dari saya, hasil diskusi ini mudah-mudahan benar-benar menemukan jalan munuju prestasi gemilang, segera dijalankan oleh klub, PBSI, dan terutama pemerintah. Aamiin. Kita sebagai pecinta bulutangkis punya peran untuk mendukung para pahlawan bangsa, dan sebagai rakyat Indonesia punya peran ni buat ngawasin Kemenpora, karena FYI anggaran Kemenpora tahun ini naik 2x lipat menjadi 3,1 T. :o



Sumber: @ZonaBulutangkis dan Harian Bola (4/3/2015)
Sumber foto: @ZonaBulutangkis, badzine.net, tempo.co, rmol.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar