Pages

Rabu, 06 April 2016

Rekap Medali Bulutangkis di Maret 2016

Tabulated below are the Superseries performances based on country (wikipedia.org)
Tabulated below are the Grand Prix performances based on country (wikipedia.org)

Tur liputan dari tv satu ke tv lainnya, dari makan malam dengan artis hingga pejabat tinggi, dan tak lupa penerimaan bonus yang mumpuni dari klub asal, menjadi ritual sang juara All England. Hal yang biasa terjadi pada kemenangan besar untuk atlet Indonesia. Setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, kini giliranj Praveen Jordan/Debby Susanto merasakannya. Siapa lagi yang mau coba gimana rasanya diagungkan?

Selama 31 hari dibulan ketiga 2016, sembilan ajang telah diikuti tim Indonesia dari semua yang tertera di bwfbadminton.org. Tim Profesional (klub) dan Tim Pelatnas meraih 1 Emas Superseries Premier, 1 Emas Superseries, dan 1 Emas International Challenge.

Total Medali Tim Indonesia hingga bulan ketiga 2016, 1 Piala Kejuaraan Tim Asia dan 9 Medali Emas.

SS/SSP
2
GP/GPG
3
IS/IC
3
Junior Events
1

This is recap Indonesian medal in March!

Kalender dibulan Maret

BWF World Superseries (SSP dan SS)

Winner
Runner Up
2
2

Gelaran BWF World Superseries dibuka di Birmingham, Inggris dan dilanjutkan di New Delhi, India diakhir bulan. Hasil manis berhasil diraih dengan meraih dua gelar Juara dan dua gelar Runner Up dari sektor Ganda Campuran dan Ganda Putra.

Medali World Superseries pertama dibuka oleh Praveen Jordan/Debby Susanto (XD) dari Yonex All England Open. Setelah meraih gelar Grand Prix Gold Pertama diawal tahun, kali ini mereka meraih Superseries Premier pertamanya di ajang yang memperebutkan total hadiah USD 550.000,-.  *untung Praveen/Debby menang, kalo ga bisa ramai jagad maya, secara kan pada gugur berjamaah di R2.

Partai Final berhasil mereka selesaikan dengan dua set langsung 21-12 21-17 dari pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Pada tahun lalu, hasil terbaik Tim Indonesia menjadi Runner Up yang dicatatkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Praveen/Debby dan Christinna/Joachim (Ka/Ki)

Persembahan selanjutnya dilanjutkan oleh Gideon Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo (MD) dari ajang dengan total hadiah USD 300.000,-, Yonex Sunrise India Open. Sama halnya dengan Praveen/Debby, Marcus/Kevin berhasil meraih gelar Superseries pertama dengan sebelumnya meraih gelar Grand Prix Gold pertama di Malaysia GPG Januari lalu.

Partai Final mempertemukan All Indonesia Finals \(^_^)/ Marcus/Kevin vs Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dengan hasil akhir 21-17 21-13. Akhirnya bisa All Indonesia Finals lagi di ajang Superseries, setelah dua tahun lalu lewat Ganda Campuran Tontowi Liliyana vs Riky Karanda/Puspita Richi Dili (koreksi kalo salah) di Singapore SS 2014. Untukk sektor Ganda Putra sendiri, terakhir terjadi All Indonesia Finals di Japan SS 2009 antara Hendra Setiawan/Markis Kido vs Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.

Gelar Runner Up lainnya diraih pasangan Riky Widianto/Puspita Richi Dili yang terpaksa harus mengalah dari pasangan Lu Kai/Huang Yaqiong (CHN) 13-21 16-21. Mudah-mudahan menjadi progres yang baik untuk pasangan ini, setelah mengalahkan pemain unggulan dibabak sebelumnya. *pasangan ini rupanya berhasil melejit setelah rujuk, hehe.

Pada ajang yang sama di tahun 2015, posisi SF merupakan perjalanan terjauh Tim Indonesia lewat Tommy Sugiarto (MS), Praveen Jordan/Debby Susanto (XD), dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (XD).

Markus/Kevin dan Angga/Ricky (Ka/Ki)
Huang Yaqiong/Lu Kai dan Richi/Riky (Kaki)

Grand Prix Gold (GPG)

Winner
Runner Up
-
1

Belum ada tambahan gelar GPG untuk bulan ini, rentetan kemenangan dari bulan sebelumnya terputus di German GPG, Swiss GPG, dan New Zealand Grand Prix Gold. Bulan ini harus puas dengan torehan 1 gelar Runner Up dari ajang New Zealand GPG.

Grand Prix Gold pertama dibulan Maret dihelat di Mulheim an der Ruhr, Jerman dengan total hadiah USD 120.000,-. Hasil terbaik dilewati Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (WD) yang harus tersandung dari pasangan Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai 21-16 22-24 19-21, dibabak Semifinal. Pada ajang yang sama di tahun 2015, Tim Indonesia menempatkan dua wakil sebagai Runner Up lewat Dionisius Hayom Rumbaka (MS) dan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri (WD).

Tur GPG Eropa selanjutnya berlangsunng di Basel, Swiss. Wakil Indonesia belum bisa bergerak jauh diajang yang menyediakan Prize Money USD 120.000,-. Perjalanan terjauh hanya Babak Ketiga (R3) lewat Muhammad Bayu Pangisthu (MS) yang harus tersingkir dari Xue Song (CHN) 16-21 11-21. Sedangkan 2015 lalu, perjalanan terjauh adalah babak Semifinal lewat Gideon Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo (MD), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (XD), dan Riky Widianto/Puspita Richi Dili (XD). *tahun ini hanya sedikit tim pelatnas yang dikirim

Terakhir dari ajang yang dihelat di Negara yang dekat dengan Australia, Skycity New Zealand Open. Ajang yang dihelat di Auckland, New Zealand dengan Prize Money USD 120.000,- ini, langkah terbaik Tim Indonesia menempatkan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi sebagai Runner Up. Mereka harus menyerah pada Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol dua gim langsung 18-21 14-21. Hasil ini juga sama terjadi di tahun 2015, yang menempatkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto diposisi Runner Up.

Ricky/Angga dan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Ka/Ki)

International Series (IS) dan International Challenge (IC)

Winner
Runner Up
1
2

Satu tambahan gelar Juara dan dua Runner Up datang dari Warsawa (Polandia) dan Orleans (Prancis). Dari tiga ajang diikuti Romanian IS, Polish IC, Orleans IC Pasukan Bulutangkis Indonesia meraih satu gelar Juara International Series dan dua gelar Runner Up International Challenge.

Ajang Romanian International 2016 yang berlangsung di Timisoara, Romania, belum memberi kepuasan seperti tahun 2015 lalu yang menempatkan Adi Pratama sebagai Juara dari sektor Tunggal Putra. Gelaran dengan Prize Money USD 6.000,- ini hanya menempatkan Adi hingga babak Semifinal sebagai langkah terjauh Tim Indonesia. Mungkin akibat hanya dihelat tiga hari (17-20 Maret), membuat para pemain harus bertanding dengan jadwal yang ketat dan berdekatan.

Yonex Polish Open 2016 menjadi ajang pembuka yang baik untuk Hardianto/Kenas Adi Haryanto (MD) meraih gelar Juara. Ajang yang memperebutkan total hadiah USD 17.500, berhasil dilewati Hardianto/Kenas dengan menumbangkan Puavaranukroh Dechapol/Kedren Kittinupong (THA) 21-5 18-21 21-15 dibabak Final. Sedangkan ditahun 2015, babak terbaik hanya mencapai babak Semifinal lewat Ihsan Maulana Mustofa (MS).

Puavaranukroh/Kedren, Hardianto/Kenas, dan Tim Polish IC

International Challenge terakhir dibulan Maret adalah Orleans International 2016 yang memperebutkan total uang USD 17.500,-. Tim Indonesia berhasil menempatkan Fitriani (WS) dan Hardianto/Kenas Adi Haryanto (MD) di babak Final, sayang mereka harus puas dengan posisi Runner Up. Fitri harus terjegal Goh Jin Wei (MAS) 21-15 10-21 7-21 dan Hardianto/Kenas terjegal Richard Eidestedt/Nico Ruponen (SWE) 21-13 12-21 19-21. Tahun 2015 sendiri, perjalanan terbaik diraih Andre Kurniawan Tedjono (MS) yang menjadi Finalis (Runner Up).

Hardianto/Kenas, Richard/Nico, dan Tim Orleans IC
Fitriani dan Goh Jin Wei (Ka/Ki)

Future Series (FS)

Winner
Runner Up
-
-

Seperti tahun sebelumnya, Ajang Future Series yang diikuti wakil Indonesia adalah Waikato FS. Belum ada hasil maksimal dari ajang ini, baik Runner Up ataupun gelar Juara.

Maurice’s Polls and Spas Waikato International 2016 yang berlangsung di Hamilton, New Zealand ini hanya Nathaniel Ernestan Sulistyo yang menjadi wakil Indonesia. Hasil terbaik Nathaniel disektor Tunggal Putra adalah babak Perempat Final, begitupun dengan sektor Ganda Putra yang berduet dengan Niccolo Tagle (NZL). Di Tunggal Putra harus kalah dari Nguyen Tien Minh 6-21 11-21, sedangkan di Ganda Putra, Nathaniel/Niccolo harus kalah dari Shang Kai Lin/Lu Ching Yao (TPE). 

Di tahun sebelumnya hasil terbaik mencapai babak Semifinal yang juga lewat Tunggal Putra Nathaniel Ernestan Sulistyo dan Ganda Putra Kaizar Bobby Alexander/Nathaniel Ernestan Sulistyo.



“Atlet yang ingin menjadi juara harus tidak banyak berharap. Berharap musuh main jelek, berharap mendapatkan drawing bagus, dan berharap main bagus. Itu nggak bisa kalau seperti itu. Kita begini harus punya komitmen bahwa saya begini, saya punya tugas, dan saya mau juara” – Rexy Mainaky via bola.liputan6.com


Upcoming events

01-03 April
Yonex Italian Junior 2016
04-09 April
Djarum Flypower Walikota Cirebon Open – Cirebon
05-10 April
Celcom Axiata Malaysia Open 2016
07-10 April
Finnish Open 2016
11-16 April
Milo School Competition I U.15 U.13 – Pekanbaru
12-17 April
OUE Singapore Open 2016
18-23 April
USM Flypower Open 2016 – Semarang
19-24 April
Bonny China Masters 2016
21-24 April
Victor Dutch International 2016
26 April-01 Mei
Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships 2016


 Sumber: bwfbadminton.org, badmintonindonesia.org, wikipedia.org
Sumber foto: badmintonindonesia.org, youtube.com (BadmintonWorld.tv), Pawel Pietranik Photigraphy pietranik.com (FB), id.victorsport.com, youtube.com (Badminton Europe)   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar