Pages

Kamis, 30 Juli 2015

Jumlah Negara dan Atlet di TOTAL BWF World Championships 2015

Banner Total BWF World Championships 2015

BWF World Championship merupakan perhelatan Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang diadakan setiap satu tahun sekali sejak tahun 2005 (sebelumnya dua tahun sekali). Awalnya diadakannya WBC (World Badminton Championships) sendiri pada tahun 1977. Pada tahun 2015 ini perhelatan akan diadakan di Indonesia, tepatnya di Istora Senayan Jakarta. Sebelumnya Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1980 dan 1989. Atmosfir Istora akan menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet yang kabarnya memiliki magis tersendiri. Supporter Indonesia pastinya akan meramaikan Kejuaraan Dunia dari tanggal 10-16 Agustus ini. Lets to recap jumlah atlet dan negara yang ikut serta.


Negara dan Atlet yang Ikut serta TOTAL BWF WC 2015



MS
WS
MD
WD
XD
Jumlah Atlet

Argentina (ARG)
-
-
-
1
-
2

Australia (AUS)
1
1
1
-
1
6

Austria (AUT)
2
-
-
-
-
2

Belgia (BEL)
1
-
1
-
-
3

Bulgaria (BUL)
-
2
-
1
-
4

Brazil (BRA)
2
-
-
-
-
2

Kanada (CAN)
1
2
2
1
4
12

Tiongkok (CHN)
3
3
4
4
4
26

Kuba (CUB)
1
-
-
-
-
1

Ceko (CZE)
2
-
-
1
1
6

Denmark (DEN)
3
1
3
1
2
13

Mesir (EGY)
-
-
-
1
-
2

Inggris (ENG)
2
1
2
2
1
13

Spanyol (ESP)
1
2
-
-
-
3

Estonia (EST)
1
1
-
-
-
2

Finlandia (FIN)
2
-
-
1
-
4

Prancis (FRA)
2
1
1
1
2
8

Jerman (GER)
2
1
2
2
1
11

Guatemala (GUA)
1
-
1
-
-
3

Hongkong (HKG)
2
2
-
-
2
8

Indonesia (INA)
2
2
4
4
4
28

India (IND)
3
2
2
3
2
18

Irlandia (IRL)
1
1
-
-
1
3

Israel (ISR)
1
-
-
-
-
1

Italia (ITA)
1
1
1
-
-
3

Jepang (JPN)
3
3
4
4
1
22

Korea Selatan (KOR)
2
2
3
3
2
17

Lituania (LTU)
1
-
-
-
-
1

Malaysia (MAY)
2
2
1
4
4
22

Belanda (NED)
1
1
1
2
2
9

Nigeria (NGR)
-
1
-
-
-
1

Norwegia (NOR)
1
-
-
-
-
1

Peru (PER)
-
-
1
1
1
4

Philipina (PHI)
-
-
2
-
-
4

Polandia (POL)
2
-
1
-
-
4

Afrika Selatan (RSA)
-
-
1
-
1
3

Rusia (RUS)
1
2
2
2
4
17

Skotlandia (SCO)
1
1
1
-
-
4

Singapura (SIN)
1
1
-
1
1
5

Swiss (SUI)
-
1
-
-
-
1

Swedia (SWE)
1
-
-
-
1
3

Thailand (THA)
2
3
1
2
-
11

China Taipe (TPE)
2
2
2
4
2
18

Turki (TUR)
-
2
-
1
-
2

Uganda (UGA)
1
-
-
-
-
1

Ukraina (UKR)
2
1
-
-
-
3

Amerika Serikat (USA)
2
2
2
1
2
10

Vietnam (VIE)
1
1
-
-
-
2



Total atlet yang ikut serta sebanyak 349 atlet dari 48 negara. Jumlah atlet Tunggal Putra sebanyak 63 atlet, Tunggal Putri 48 atlet, Ganda Putra sebanyak 46 pasang, Ganda Putri 48 pasang, dan 46 pasang atlet bermain di Ganda Campuran. Dari semua sektor sebanyak 42 atlet bermain rangkap didua sektorBeberapa pemain, seperti Kenichi Hayakawa (Jepang) bermain rangkap disektor Ganda Putra dan Ganda Campuran. Indonesia sendiri tidak menempatkan pemain yang bermain rangkap. Negara dengan pemain rangkap terbanyak adalah Kanada dengan 5 pemain dan disusul oleh Tiongkok dan Amerika Serikat yang menempatkan 4 pemain untuk bermain rangkap. Adakah kejutan seperti tahun-tahun sebelumnya ataukah kemenangan akan berpihak kepada juara bertahan? We’ll See. #WBC2015





Sumber gambar via djarumbadminton.com

Selasa, 28 Juli 2015

Data Fakta Kejuaraan Dunia

Lin Dan dengan Bendera Tiongkok

BWF World Championship merupakan perhelatan Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang diadakan sejak tahun 1977. Awalnya Kejuaraan Dunia ini dihelat setiap dua tahun sekali, namun sejak tahun 2005 World Badminton Championships diadakan setiap satu tahun sekali. Hanya pada tahun 2008 dan tahun 2012 BWF tidak mengadakan Kejuaraan ini karena penyelenggaraan Olimpiade.

Berikut Data Fakta para Juara sejak tahun 1977-2014.

ü    Total sudah 10 Negara telah memiliki Gelar World Badminton Championships
_

Denmark
9,5
Spanyol
1

Indonesia
20
Swedia
1

Inggris
2,5
Thailand
1

Jepang
1
Tiongkok
58

Korea Selatan
10
USA
1

ü     Sebagai Negara Bulutangkis, Malaysia belum sekalipun memiliki gelar WBC disemua sektor

ü    Tiongkok menjadi pemenang gelar terbanyak disektor MS (13 gelar), WS (15 gelar), WD (18 gelar), dan XD (6 gelar)

ü    Indonesia memperoleh gelar terbanyak disektor MD dengan 8 kemenangan

ü    Tiongkok merupakan satu-satunya negara yang pernah merasakan sapu bersih gelar, yakni pada tahun 1987, 2010, dan 2011

Ratchanok Intanon
ü    Lene Koppen (Denmark) adalah atlet putri pertama yang meraih double winner dari sektor WS dan XD pada tahun 1977

ü    Atlet putra pertama yang meraih double winner adalah Christian Hadinata (MD dan XD) pada tahun 1980

ü    Gelar Juara terbanyak diraih sebanyak 5 kali, yang diraih oleh Park Joo Bong (MD dan XD) dan Lin Dan (MS)

ü    Hatrick pertama kali dipecahkan oleh Lin Dan (MS) pada tahun 2006-2009

ü    Atlit Putri yang pertama kali mencetak Hatrick adalah Yu Yang (WD) pada tahun 2010-2013

ü    Pemain termuda peraih gelar WBC adalah Ratchanok Intanon (Thailand) dari sektor Women Single tahun 2013. May Intanon meraih gelar WBC pada usia 18 tahun

ü    Pemain tersenior (tertua) ber-title juara berasal dari Swedia Thomas Kihlstrom (XD) pada usia 35 tahun, diraih pada tahun 1983

ü    Usia Emas untuk meraih juara adalah pada rentang usia 21-25 tahun. 54% atlet yang meraih gelar tercatat diraih pada usia 21-25 tahun


Persentase Peraih Gelar WBC Hingga Tahun 2014



Sumber Foto: reuters.com, badzine.net, pribadi

Sabtu, 11 Juli 2015

Film Bulutangkis 'Rudy Hartono'

Rudy Hartono dan Gelar All England

#LatePost

Film yang berhubungan dengan bulutangkis?

Kalian pasti masih ingat Film garapan Alenia Pictures yang menceritakan tentang perjuangan menjadi juara bulutangkis? Yups, that is “KING”. Film yang terinspirasi dari sang legenda King Of Smash Liem Swie King.

Ternyata eh ternyata, akan ada lagi Film baru yang akan mengangkat tentang cerita bulutangkis, dan tentunya akan mengangkat tentang Leganda bulutangkis.

Nama besar Rudi Hartono akan diangkat dalam sebuah Film. Berita tersebut dibenarkan Rudy Hartono dalam sebuah acara di TVRI (Buah Hatiku Sayang 21/6). “Saya ada rencana tahun ini membuat film tentang saya” menurut sang Legend.

Can’t wait this film. Hoplly bisa digarap serius dan bisa mengingatkan kita kembali akan kebesaran bulutangkis pada masa Rudi Hartono, terutama gelar delapan kali All England yang disandangnya, dan bisa menyemangati para jagoan muda agar bisa menjadi pemain yang jauh lebih baik, dan mencontoh Rudi Hartono dengan segala gelar yang dimilikinya.

Satu lagi. Mudah-mudahan yang main calon rising star juga atau minimal pemain bulutangkis juga lah. Kaya Jonatan Christie dan seperangkat pemain PB Djarum di Film King. Mereka sampai sekarang terlihat berusaha membuat catatan film yang dirubah dalam kehidupan nyata.

Sukses untuk Film yang akan digarap, mydah-mudahan menghasilkan film dengan gambar yang berkualitas, jadi Box Office, dan terus sukses Koh dengan segala aktifitasnya. Aamiin.




Sumber foto: cnnindonesia.com

Jumat, 10 Juli 2015

Recap Medali Bulutangkis di Juni 2015

Tabulated below are the Superseries performances based on countries (wikipedia.org)
Tabulated below are the Grand Prix performances based on countries (wikipedia.org)


It’s to late for share this review. Tapi akan diusahakan untuk me-review hasil teman-teman atlet bulutangkis Indonesia. Sebenernya banyak yang mau dibahas, mulai dari perhelatan Indonesia Open yang sedikit “berbeda” sampai siaran TV yang memanjakan didua minggu awal juni, hingga perkembangan fanbase twitter. Cuma belum bisa dibahas T_T. Review bulan ini hanya meriview sesuai ingatan. Maaf ya kalau ada salah isi.

Tulisan ini seperti menyadarkan saya, kalo jadi jurnalis, blogger, penulis, apapun itu namanya harus profesional apapun kondisi, mau senang, sedih, gelap, terang. Hopefully I can stand like “the real” professional. Sebelum melebar kemana-mana Let’s go to recap Indonesian medal in this June.

Kalender dibulan Juni

The 28th SEA Games Singapore 2015

Winner
Runner Up
3
2

Perhelatan yang diadakan setiap dua tahun sekali ini sebenarnya dibawah naungan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara atau Southeast Asian Peninsular Games, tapa lah ya dibahas disini. Bulan-bulan kemarin kan biasanya buat BWF event. Bulan ini biar sekalian bareng sama perhelatan BWF yang lain. Pada cabang bulutangkis, Tim Indonesia menjadi juara umum dengan meraih 3 Emas, 2 Perak, dan 4 Perunggu dari total 7 Emas, 7 Perak, dan 14 Perunggu. Beregu Putra Indonesia meraih medali Emas setelah dibabak final mengalahkan Tim Putra Thailand dengan skor 3-2. Pertandingan yang ditayangkan di stasiun TV kebanggan TVRI ini, tayang full dari partai pertama hingga partai terakhir. Nonton ini deg-degannya double, bukan Cuma deg-degan liat hasil pertandingan, tapi hawatir tiba-tiba TVRI putusin tayangan dari Singapur. Ternyata TVRI baik. #TerimaKasihTVRI. Pahlawan dipertandingan beregu ini adalah Ihsan Maulana Mustafa yang turun dipartai kelima dan menjadi penentu kemenangan.

Emas lain didapatkan dari pertandingan Ganda Putra yang berhasil menciptakan All Indonesian Final antara Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi vs Gideon Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Pertandingan ini akhirnya dimenangkan oleh Angga/Ricky yang sepertinya sangat bersahabat dengan Negeri Singapura. Emas ketiga diraih oleh Praveen Jordan/Debby Susanto yang mengalahkan Pemain Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Angga dan Debby sendiri berhasil mempertahankan gelar dari SEAG sebelumnya dengan pasangan yang berbeda. Selamat dan Terimakasih Tim :).

Tim Bulutangkis Putra Indonesia SEAG 2015
Kevin/Gideon MF, Bp. Gita Wirjawan, dan Ricky/Angga (Ka/Ki)
Chan/Goh, Official, Bp Gita Wirjawan, Praveen/Debby, Riky/Richi, dan Sudket/Sapsiree (Ka/Ki)


BWF World Superseries (SS dan SSP)

Winner
Runner Up
-
1

Superseries terbaik ini diikuti hampir semua pemain terbaik dunia. Dan para juara tahun ini, melahirkan nama yang berbeda disetiap kelas yang digelar. BCA Indonesia Open Superseries Premier 2015 seperti berkah untuk pemain Jepang yang akhirnya mendapatkan gelar pertamanya melalui Kento Momota, untuk Indonesia sendiri berhasil mengirimkan Ganda Putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dibabak final. Walaupun harus kalah dari Tang Jinhua/Tian Qing,  Greysia/Nitya berhasil membuat catatan baru untuk WD Indonesia setelah empat tahun. Terakhir adalah Vita Marissa/Nadya Melati ditahun 2011 yang masuk babak final. Tahun 2014 bahkan tidak ada Ganda Putri yang mampu hingga babak Perempat Final. Berkat kemenangan ini, Ranking BWF Greynit mencapai ranking terbaik mereka yakni Ranking 5 BWF.

Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii


Grand Prix Gold (GPG) dan Gran Prix (GP)

Winner
Runner Up
-
1

2015 Yonex Suffolk County Community College US Open Badminton Championships. Kejuaraan GPG yang gagal diikuti Tim Professional (Pemain Klub) ini harusnya tidak terus terulang, karena sayang, selain sudah terdaftar, banyak poin yang sebenernya bisa didapetin. Masih inget US Open 2014? Tahun kemaren finalnya berbarengan sama Final Piala Dunia. Dua Gelar dari sektor WD dan XD. Tahun ini yang mengikuti US Open hanya Nathaniel Ernestan Sulistyo, dan itupun harus kalah diputaran pertama. -_-
Next Tournament adalah 2015 Yonex Canada Open. Perhelatan yang bergelar Grand Prix ini akhirnya bisa diikuti Tim Professional Indonesia. Tapi walaupun kelasnya Grand Prix stadionnya bagus loh.. *lirik Kemenpora, PBSI, dan siapapun yang punya wewenang bikin stadion. Apa yang ada di benak kalian kalo dengenr Canada GP? Jujur ga tau kenapa kepikirannya kasus 2013 antara Maneepong Jongjid vs Bodin Isara. #Lupakan. Lanjut bahas Pemain Indonesia. Hasil terbaik diraih oleh Andrei Adistia/Vita Marissa yang berhasil masuk babak puncak, walaupun harus kalah dari pemain Hongkong Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah 21-16 21-18.

Andrei Adistia/Vita Marissa


International Challenge (IC)

Winner
Runner Up
-
-

Pertandingan kelas International Series bulan ini yang diikuti Tim Indonesia adalah di Sri Lanka. Sri Lanka merupakan Negara yang memiliki kasus serupa dengan indonesia dalam hal cekal bidang olahraga. Bedanya kalo Indonesia dalam bidang Sepak Bola, Kalau di Sri Lanka adalah Bulutangkis. ‘PBSI’-nya Sri Lanka sering memiliki masalah dengan Kementrian Olaranga Sri Lanka, sampai-sampai BWF mengultimatum akan membekukan Sri Lanka. Daripada salah ucap mari bahas Tim Indonesia di Yonex Sunrise Sri Lanka International Challenge 2015. Hasil yang didapet kurang begitu memuaskan sebenernya. Babak yang tertinggi dicapai pemain adalah babak Perempat final melalui Enzi Shafira (MS) dan Rusydina Antardayu Riodingin (WS). Semangat Tim!!!

Junior Tournament (Continental Championships)

Winner
Runner Up
-
-

Junior Continental Campionships merupakan salahsatu kelas yang dihelat di sektor Junior. Badminton Asia Junior Championships 2015 (under 19) atau AJC tahun ini dihelat di Thailand. Tahun ini pun, belum menghasilkan hasil terbaik dari gelaran ini. Namun pada sektor Beregu, Tim Indonesia berhasil memperbaiki peringkat ditahun sebelumnya. Tahun ini Tim Beregu Indonesia berhasil menjajaki babak Semifinal dan memperoleh Medali Perunggu. Sayang dibabak Semifinal harus kalah dari Tim Korea Selatan dengan skor 3-2 untuk Korea Selatan. Waktu Istirahat yang kurang dari babak Perempatfinal membuat Tim Indonesia “sepertinya” kurang recharge. Hanya selang beberapa jam, Tim Indonesia harus bertempur kembali setelah berjibaku dengan sangat fight dan skor ketat saat jumpa Thailand di babak Perempatfinal. Sedangkan pada sektor perorangan, pasangan Ganda Campuran Fachriza Abimanyu/Apriani Rahayu sampai dibabak Semifinal (Medali Perunggu) dan harus mengakui unggulan pertama asal Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen. Bagaimanapun mereka adalah masa depan penerus Tim Senior. Tetep latihan, jaga kondisi, and let’s make something in World Junior Championships in November.

Tim AJC 2015
Hye/Jong, Chen/Zheng, Du/He, dan Apriani/Fachriza (Ka/Ki)


Su Dhai Indonesia!!! (^_^)/
Upcoming events
01-05 Juli
White Nights 2015
03-14 Juli
2015 Universiade Gwangju
14-19 Juli
Yonex Open Chinese Taipei 2015
21-26 Juli
Russian Open 2015
29-01 Agustus
Yonex Sunrise Double Special Championships 2015



 Sumber: bwfbadminton.org, wikipedia.org
Sumber foto: badmintonindonesia.org, @pbdjarum, badmintonphoto